Posts

Showing posts from August, 2019

Dasar bucin.

Semenjak adanya kata 'bucin', kata romantis semakin dilupakan. Hal indah menjadi seolah-olah hina karena sebutan itu. Budak cinta, katanya. Padahal, bisa saja mereka-yang menyebut seseorang bucin- hanya iri dengan mereka yang dapat mengekspresikan rasa cintanya kepada yang terkasih, menghabiskan waktu bersama untuk bercanda, dan berbahagia seolah dunia hanya milik berdua.  Mereka yang menyebut bucin, bisa jadi mereka hanya tidak rela karena kawan yang biasa menghabiskan waktu bersama mereka kini telah berubah tidak lagi menghabiskan waktunya bersama mereka karena telah memiliki kekasih baru. Dan mereka, yang menyebut kami bucin, bisa jadi dari hati terdalamnya, sebenarnya mereka juga ingin memiliki kekasih yang bisa mengisi kekosongan dan kehampaan hati selama ini. Naif, kalau mereka bilang tidak butuh. Mungkin belum, bukan tidak. Perihal menjadi budak cinta, setiap orang memiliki prioritas dan cara mengekpresikan kebahagiaannya masing-masing. Tidak perlu dirib...

Random #2

Period selalu membuat saya bersedih tanpa sebab yang jelas. Seringkali saya merasa begitu banyak hal yang sebenarnya ingin saya bagi. Tapi lagi-lagi, saya merasa tidak akan ada yang peduli dan mendengarkan. Sudah lama rasanya saya berbagi cerita, berkeluh kesah dengan seseorang yang memang benar-benar peduli dan mau meminjamkan kedua telinganya bahkan pundaknya untuk sama-sama berbagi dan tertawa bersama dalam jangka waktu yang lama. Akhir-akhir ini, seringkali rasa insecure saya muncul dan membuat saya menyalahkan diri saya sendiri. Kegagalan tentu penyebabnya. Mulai dari ditinggalkan tanpa kejelasan, dibohongi, dihianati, diduakan, saya pernah merasakan semuanya. Dan, begitu banyak pertanyaan tak terjawab yang selalu menggantung di otak saya, memenuhi pikiran saya dan membuat saya merasa bukanlah apa-apa dan jauh dari kata sempurna. Seringkali saya berfikir, apa salah saya? Dosa apa yang pernah saya buat hingga saya mengalami kegagalan yang tidak henti-hentinya? Rasa-rasanya, sa...

#SelfLove

This is 17th of August, 2019. My alarm rang at 8.00 am. Today, i must go to campus to do a duty - maklum, budak proker. I woke up, took a bath, wore my clothes, and i looked myself in the mirror. This day, i dare myself to not use makeup. So, i decide to only use sunblock, a little powder, and nude lipstick as a balm. I wore my hijab, and i looked my self in the mirror again, then i smile. Surprisingly, i even feel very confident. And i said to myself, 'hey, you even pretty without your make up, baby.' Your beauty shine not from your bold makeup now. You are beauty because who you are. I love my self. And i fallin in love with myself more and more.

Kamu mau?

Akhir-akhir ini, lagi banyak banget orang yang ngomongin perihal, "Perempuan yang berskincare, emang mau diajak hidup susah?" Pada dasarnya, secara realistis, siapa sih yang mau hidup susah? Apalagi ketika memang sudah terbiasa untuk hidup berkecukupan dan orang tua pun memberi fasilitas yang sangat layak. Awalnya, saya selalu berfikiran, 'no, im not picky. Semua pria bisa saja dekat dengan saya selama memang dia serius dan pria baik-baik.' But time flies, and everything has changed. Dunia perkuliahan jauh berbeda dengan kehidupan sebelumnya bagi saya. Kenyataannya, saya tidak lagi bisa menerapkan prinsip itu dalam dunia perbucinanku. Why? bcs im feelin higher so i've standard yang mana menjadikan saya merasa lebih dari yang lain dan menjadikan saya sangat pemilih.  One day, my friend said to me about her principle to choose a man yang mana pada intinya adalah dengan melihat kendaraan terlebih dahulu. Lalu muncul pendapat-pendapat semacam 'kita ng...