Dasar bucin.
Semenjak adanya kata 'bucin', kata romantis semakin dilupakan. Hal indah menjadi seolah-olah hina karena sebutan itu. Budak cinta, katanya. Padahal, bisa saja mereka-yang menyebut seseorang bucin- hanya iri dengan mereka yang dapat mengekspresikan rasa cintanya kepada yang terkasih, menghabiskan waktu bersama untuk bercanda, dan berbahagia seolah dunia hanya milik berdua. Mereka yang menyebut bucin, bisa jadi mereka hanya tidak rela karena kawan yang biasa menghabiskan waktu bersama mereka kini telah berubah tidak lagi menghabiskan waktunya bersama mereka karena telah memiliki kekasih baru. Dan mereka, yang menyebut kami bucin, bisa jadi dari hati terdalamnya, sebenarnya mereka juga ingin memiliki kekasih yang bisa mengisi kekosongan dan kehampaan hati selama ini. Naif, kalau mereka bilang tidak butuh. Mungkin belum, bukan tidak. Perihal menjadi budak cinta, setiap orang memiliki prioritas dan cara mengekpresikan kebahagiaannya masing-masing. Tidak perlu dirib...